Kamis, 10 Mei 2012

detik detik hari Ultahku......


"tulisan ini untuk mu sobat....."


Ketika alarm kehupanku berdering,,, aku terbangun. Alarm itu mengingatkan aku akan jatah hidup yang diberikan oleh sang pemberi nyawa. Akupun terduduk merenung diri disaat usiaku yang kini telah bertambah di dunia namun berkurang atas kehendak-Nya.
Di sini, dibumi tempat aku menginjakkan kaki untuk tetap berdiri, tempat segala cita dan mimpi ku lukis. Tempat dimana aku mencoba berkali-kali bertahan dari gempuraan luka.
Tempat aku menggapai segala cahaya, dan tempat bermuaranya segala air mata. Disini pula tempat aku berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi semesta, tempat aku hidup sebagai seorang manuisia ciptaan Allah,,,
Tempat aku mengalirkan noda dosa namun terkadang aku merindukan indahnya syurga.
Dan hanya serangkaian doa yang mampu ku panjatkan pada-NYa…
“Ya Allah,,, akan kah sisa umur ini kan menjadi indah pada akhirnya nanti??
Apakah ketegaran masih dapat kupupuk untuk menghadapi sisa rangkaian perjalanan hidupku ini??
Allhu robbi,,,,,
Wahai Allah yang memiliki segala keagungan….
Wahai Allah yang telah meniupkan kehidupan…
Wahai Allah yang telah meniupkan desir2 cinta pada jiwa…
Hamba datang mengetuk pintuMU...
Hamba datang untuk memohon padaMU..
Andai saja Kau Ambil nyawaku saat ini juga, sucikanlah hamba bagaikan bayi yang baru lahir dari rahim sang bidadari…
Berilah kebahagiaan pada seluruh orang yang kusayangi, pada cinta dalam kehidupanku, pada sahabat sahabatku… pada orang2 yang telah sedia membantuku berdiri hingga saat ini.
Namun, jika engkau masih berkenan memberiku kesempatan, meski kesempatan itu hanyalah untuk mengukir sebuah amal ibadah terindah untuk yang terakhir kali.
Karena aku menyadari bahwa waktu takkan pernah terulang kembali.
Karena ampunan dan cintaMu adalah rangkaian kebahagiaan yang ku cari selama ini.
Karena aku telah menemukan jawaban bahwa setiap niat yang tersirat, lisan yang terucap dan sikap perbuatan yang terlihat akan dimintakan pertanggung jawaban disuatu hari yang pasti.
karena aku semakin meyakini bahwa Engkau-lah yang menjadi tujuan sesungguhnya di dalam hidup ini.
Karena akupun semakin meyakini bahwa kematian itu pasti akan datang menghampiri.
Karena aku mulai merasakan dan membayangkan akan indahnya ketika selembar ruh ini berpulang dengan rangkulan yang lembut dari para malaikat yang tak pernah mengingkari setiap titahMu yang hakiki.
Ya robbi,,,,
Limpahkanlah karunia dan kasih sayangMu lebih dari yang selalu kupinta dalam sujud dan doa.
Muliakanlah aku yang tak berdaya dihadapanmu diakhir hayatku nanti dan wafatkanlah aku dalam keadaan khusnul khotimah dihadapanMu.
Izinkanlah ada amal ibadah terindah yang akan menemaniku kelak di alam kubur nanti,
Dan aku selalu berusaha untu terus meminta dalam setiap sujud dan bersimpuh pada Mu untuk memohon ampunan dan cintaMu,
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS. MARYAM : 33)
Perkenankanlah dan terimalah doa ini Ya Mujiib….
Jadikanlah aku dan hamba2mu yang senantiasa berusaha meraih cinta da RidhoMU sebagai penghuni surgaMu kelak yang senantiasa dipenuhi dengan cintaMu yang suci.
Amin Allahumma Amin…

REnungan,,,,,,,,,,,


"sebuah penyesalan....."

Hembusan angin mengiringi perjumpaanku padaMU….
Mengantarkanku pada relung hati yang terdalam….
Malam ini, aku merasakan rintihan hati yang berpadu mengalun nada-nada jeritan kepedihan luka….
Ada apa dengan ku??
Aku merasa telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku…
Mengapa disaat ku percaya dengan cinta
namun cinta itu pergi meninggalkanku….
dan tinggalkan luka yg amat perih
Apakah ku tak layak dicintai?
atau ini semua karma bagiku?
yg slalu mempermainkan cinta dan tak pernah menghargai cinta..???
AKU MENYESAL,,, sungguh sangat menyesal.
Aku tak pernah tau arti cinta yang sesungguhnya.
Rabb,,, apa yang salah dalam diri ini??
Perlahan aku mencoba selidiki apa yang tengah aku alami. Aku buka kembali lembaran-lembaran ayat-MU yang tersusun rapi dalam sebuah kitab dan tersimpan rapi diatas meja belajarku. Aku hayati perlahan, aku pahami makna yang kau jelaskan dalam firman-MU itu…
Ada rasa yang berbeda,,,,,ada sesak yang membuncah….ada air mata bergulir menitik perlahan.
Aku mulai menyadari,, ada yang salah dalam perjalanan hidupku selama ini.
CINTA…
ya,, aku telah salah mengartikan cinta. CINTA yg ku jalani selama ini adalah sesuatu yang salah,, sesuatu yang sia-sia.
Allah,,, aku baru sadar bahwa cinta yang telah kujalani selama ini adalah nafsu semata. Aku tak pernah tau bahwa cinta yang agung adalah cinta karena MU,,,
cinta yang dilandasi karena sang PEMILIK CINTA. Mencintai karena Allah.
Cinta karena Allah adalah mencintai hamba Allah karena keimanannya kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya. Mencintai orang-orang beriman yang senantiasa taat kepada Allah dan itulah pahala yang amat besar. Dan cinta yang senantiasa terjaga untuk seseorang yang halal disuatu hari nanti…
Tak terbendung lagi,,, bulir air mata ini terus saja jatuh membasahi pipiku. Sekelebat bayangan,, terbayang hamparan dosaku yang tak bertepi.
Tuhan….
Aku penuhi panggilan-MU tatkala mata yang lain tengah terpejam, ketika yang lain tengah terbuai dalam sebuah cengkeraman mimipi.
Semakin deras peluh dan air mata ini menyatu dalam keheningan malam. Teguran-NYA begitu menghangatkan kalbuku yang tengah dirundung kegelisahan. Aku terus menerus berkomunikasi dengan Tuhanku. Dan aku pahami kini, apa yang menyebabkan perjumpaanku dengannya selama ini terasa tak berkesan. Semua karena dosa2ku yang selalu kuanggap remeh.
Rabb…
Dalam keheningan malam,,,
Ku menyapa-MU dalam Do’a. Agar kegelisahan ini lenyap. Biar semua yang terpendam tercurah nyata. Dan kini aku tersenyum puas,,, bahwa kau masih ada disini untukku, untuk menemani hari-hariku. Aku benar2 ingin merubah semuanya menjadi lebih baik.
Kini aku merasakan sesuatu yang melegakan hatiku..
Kembali tersusun puzzle hidup yang hampir menjadi serpihan. Karena Dia yang telah membantu menemukan kepingan puzzle yang hilang. Dan kepingan itu telah kembali memenuhi jiwa yang telah menemukan arti kesertaan Tuhan disetiap alur perjalanan hidupku

Minggu, 08 April 2012

“Remaja Muslim Kudu Gaul N Cerdas”


1. Sama MASALAH Kok Takuttt???
    
     Hello,,, ‘bangun euy!, ayo bangkit kawan!! Jangan sedih n murung mulu… jelek tau…@
     Kamu punya masalah?? Cuma itu alasan yang bikin kamu murung begini? Ah,,, gak banget deh. Kalo kamu buka mata lebar-lebar, tentunya kamu bakalan tau bahwa gak Cuma kamu yang didera masalah. Semua orang juga punya masalah, dan asal kamu tau ni, selagi kita masih hidup dan terus bernafas,, selama itu pula masalah akan selalu hadir menemani. So, gak Cuma kamu yang bermasalah.
     Sahabat muslim, masih ingat gak salah satu firman Allah SWT yang menjanjikan sesuatu kepada kita,, hmm.. gak tau??
Pengen tau gak?? Begini nih bunyinya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(Q.S. Alam Nasyrah : 5-6)
  Nah lho?? Ternyata sesudah datang nya masalah, bakal ada waktu2 dimana masalah itu akan jadi mudah serta dapat kita atasi. Masih gak percaya?? Itu Firman Allah lho,, bukan kata aku. So, kamu kudu yakin kalo setiap masalah yang menimpa kita itu InsyaAllah pasti bakalan berakhir.
     Gimana caranya tu masalah bisa kita atasi??
Hmm,,pertanyaan yang cerdas.. tapi tenang dulu sobat!! Ntar aku bakal ceritain kok.
Aku balik naya nih,, Sebenarnya kita udah ikhlas belom nerima segala hal yang ada pada diri kita??
Sebuah pertanyaan yang simple, tapi aku yakin jawabannya pasti sulit. Kamu aja mikir nya sampe lama gitu. Hehe
     Pada dasarnya kita sering kali tidak ikhlas n lapang dada dalam menerima segala yang melekat pada diri kita. Hingga akhirnya hal inilah yang yang membuat hati terasa tak enak, bahkan sering kali merasa tidak ada ketenangan dalam menjalani hidup. Bener kan?? Jujur aja dah!!
     Hmmm,, Tidak jarang juga kita merasa diperlakukan tidak adil, hal ini pulalah yang membuat keikhlasan menjadi barang langka. Alhasil, hanya orang yang penuh dengan keimanan dan ketakwaan sajalah yang mempunyai rasa keikhlasan dalam diri. Menumbuhkan rasa ikhlas memang bukanlah hal yang mudah,, namun bukan pula perkara sulit. Lho kok?? Pie toh??
Bingung?? Gini lho sobat,,sebenarnya kalo kita bisa ikhlas dalam menerima segala yang telah terjadi pada diri kita, insyAllah semua akan terasa lebih plong,, hati terasa lebih tenang.  Kamu tau gak sobat… bahwa orang yang punya sifat ikhlas akan termasuk dalam orang-orang yang ditinggikan derajatnya. Coba deh kita liat orang yang bener-bener memiliki sifat ikhlas. Meskipun posisi mereka da;am kehidupan dunia dalam keadaan kekurangan (tidak kayaa atau tidak punya kedudukan), namun hati mereka menerima dengan penuh keikhlasan dan yang pasti mereka tidak banyak mengeluh.
     Tapi sobat,, bukan berarti ikhlas terus diem aja gitu,,, kita kudu tetap berikhtiar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan yang jelas kita gak boleh iri atau dengki terhadap orang yang punya kelebihan.
Nah,,, mau nanya lagi nih sobat. Kita udah ikhlas belom menerima segala kesulitan atau masalah yang datang kepada kita??
     Coba kita sama2 buka mata dan lihat disekeliling kita. cermatilah para saudara kita yang kondisinya terpinggirkan. Mereka telah mampu menguraikan logika berpikir kita bahwa hidup didunia ini membutuhkan konsep ikhlas untuk bisa menikatinya. Coba lihat lagi para pemulung dipinggir jalan, pedagang asongan ataupun pedagang kaki lima. Tak peduli panas terik membakar kulit, bagi mereka hidup adalah terus bergerak, rasa ikhlas dalam dada merekalah yang mampu membuat mereka tegar dan terus tegak berdiri menantang gelombang kehidupan.
     Sobat muslim,, memang sulit rasanya menerima segala kekurangan yang ada pada diri kita. bahkan terkadang kita iri melihat teman2 kita yang memiliki kelebihan sementara kita merasa sama sekali tidak punya kelebihan.
Sobat muslim,, Sebenarnya kita pun juga memiliki kelebihan, karena setiap manusia memang dianugerahi kelebihan dan bakatnya masing2. Tinggal bagaimana kita menggalinya hingga dapat tumbuh berkembang menjadi suatu prestasi. Kita memang kudu sabar dalam menggali bakat yang kita miliki. Dan sekuat mungkin juga kudu sabar dalam menerima segala kekurangan yang melekat pada diri kita. keimanan, ketakwaan, dan kesabaran yang kokoh sangat kita butuhkan dalam menghadapi setiap masalah yang menimpa kita. dengan begitu kita tidak lagi menganggap bahwa Allah tidak adil. Asal kamu tau ya sobat,, Allah itu maha adil.


Sabtu, 24 Maret 2012

cerpen ke 4

Takdir Berkata Lain….

     ***Lelah rasanya siang itu,, kubanting pintu kos. Sejurus kemudian aku langsung menyalakan kipas angin yang ada dikamarku lalu Ku rebahkan tubuhku diatas ranjang. ‘Wusss… angin sejuk langsung menampar tubuhku siang itu. kulirik jam dinding, masih jam 4, “Masih ada satu jam lagi..” Ucapku pelan.
Kunikmati istirahatku dikasur. “Masih sempat memejamkan mata sebelum barangkat kuliah,” rencanaku dalam hati. Bagiku waktu sangat penting dalam hidup. Sebisa mungkin aku manfaatkan karena memang Aktifitasku cukup banyak, pagi aku harus bekerja, dan sorenya aku harus kuliah. Aku bekerja Di sebuah PT Informatika Reka Mandiri tepatnya di kota bandung sesuai dengan jurusan yang kuambil yakni teknik informatika. Penghasilanku Alhamdulillah lebih dari cukup. Sebab itu aku yang mengambil alih untuk membiayai adikku sekolah.
Tit..tit…titt….
Hampir pulas, namun terganggu oleh dering suara ponselku yang terdengar semakin keras. “ada sms masuk” ucap batinku. Akupun langsung membacanya.
From Aida (0856663xxx)
“Ass.. mas Fadil. Sebelumnya aku mohon maaf beribu maaf mas… dalam keputusasaan aku ingin mengabarkan bahwa besok aku akan menikah. Mungkin aku bukan  jodohmu mas. Kuharap, suatu hari nanti kau akan menemukan yang lebih baik dariku.”

“Grrrhh…” Spontan aku kaget. Aku bingung. “Apa yang terjadi dengan Aida?” Tanya batinku. Aida adalah calon isteriku. Pertemuanku di acara bakti sosial beberapa waktu yang lalu membuatku yakin untuk mengkhitbahnya. Awalnya aku hanya ingin PDKT dulu, barangkali untuk tahap awal pacaran dulu. Namun dia menolak, dengan mengatakan sesuatu yang membuatku kagum terhadap dirinya. “jika mas Fadil sayang padaku.. lebih baik datang saja pada orang tuaku dan aku lebih memilih menjadi isterimu. Jika mas belum siap Akan lebih baik jika mas melupakanku saja. Aku tak mau pacaran mas.” Ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Aku salut dengannya dan sungguh Ada sesuatu yang berbeda  dari wanita lain yang terpancar dari setiap gerak geriknya.

Malu karena Allah adalah perona pipinya…..Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..Gelangnya adalah tawadhu…..Kalungnya adalah kesucian

Sebuah puisi yang jika kubaca, maka wajahnya yang teduh seolah terlintas dan bermain dibenakku. Sosok wanita yang sangat luar biasa dimataku. Dia wanita berjilbab yang kudambakan selama ini. Namun tiba-tiba saja hatiku terasa hancur berkeping-keping. Tak tahu apa penyebabnya, padahal baru bulan kemaren aku mengunjungi Aida bersama keluargaku, semua berjalan lancar penuh dengan canda tawa.
      Aku mencoba menghubungi ponselnya, ternyata tidak aktif. Aku coba kembali tetap masih nada yang sama. Akupun  bangkit dari kasur. Terpaksa kubatalkan jadwal kuliahku hari ini. Hatiku masih risau dan bimbang. Sekejap mata aku langsung tancap gas menuju rumah Aida dengan mengendarai sepeda motorku. Akupun melaju membelah jalan dengan hati bertanya-tanya.
“Ya Allah,,, apa yang terjadi??” Rintihku dengan penuh kebingungan.
Baru bulan yang lalu aku merencanakan bersama keluarga Aida untuk melamarnya setelah kuliahku selesai. Tinggal menunggu skripsiku selesai dan aku akan wisuda.


           

                                                ************************
Sesampainya dirumah Aida, aku langsung memarkirkan sepeda motorku. Jarak rumah Aida memang cukup jauh dari tempat kosku.
“tok….tok….tokk…. Assalamu’alaikum…..” sapaku sembari mengetuk pintu. Ku tunggu sejenak , belum ada jawaban. Kuulangi sekali lagi.
“Wa’alaikum salam…” pintupun terbuka. Ternyata ibunya Aida.
“Maaf Umi menggangu. Aidanya ada umi??” sapaku ramah.
“Eh,,, nak Fadil. Silahkan masuk dulu nak!” Jawab ibunya Aida sambil mempersilahkanku masuk.
“Terimakasih umi…”
Kutatap wajah ibu, ada kegelisahan dan kesedihan yang terpancar dari raut wajahnya. Mukanya terlihat pucat ketka melihatku datang. Aku semakin bingung.
“Aidanya ada Umi??” tanyaku penasaran. ibu terdiam seraya menunduk.
“Ai,,,aidanya ndak ada nak. Dia berangkat ke jogja bersama abinya. Emang nak Fadil tidak diberi tahu??” jawab ibu dengan getar bibir terbata-bata.
“Justru itu umi,,, saya ingin menanyakan prihal ini. sebenarnya apa yang terjadi dengan Aida??”
“Ma,,maafkan kami nak Fadil. Maafkan kami. Takdir Allahlah yang berkuasa.” Jawab ibu dan kini air matanya pun turut andil.
“Baiklah,, ibu akan jelaskan semua padamu. Aida akan menikah dengan pria lain. Sebenarnya semua ini terjadi bermula saat Aida ikut seminar di Jogja. Lima hari setelah nak Fadil datang bulan kemaren kesini, Aida minta izin untuk mengikuti seminar itu. kampusnya Aida mengirim utusan tiga orang untuk mengikuti seminar itu dan Aida salah satunya. Ia berangkat bersama ayu dan ardi teman kampusnya. Kampusnya Aida memberikan Fasilitas dua kamar hotel untuk menginap.” Tiba-tiba suara ibunya Aida terhenti dan tangisnya semakin menjadi. Namun ia mencoba tetap tegar dan melanjutkan kembali.
“Sepulang nya Aida dari Jogja, wajahnya tampak pucat. Kami mencoba menanyakan ada apa dengannya. Ia tak mau cerita tapi kami coba merayu den memaksanya. Dengan hati menjerit dan berlinang air mata, ia menjelaskan bahwa ia dijebak dan DIPERKOSA oleh Ardy teman kampusnyaa itu. dan pada saat kejadian itu ayu sedang tidak berada dikamar.” Tiba-tiba tangis ibunya Aida meledak, air matanya mengalir deras.
“Ternyata Ardi telah lama menyukai Aida namun selalu ditolak  jika Ardi meminta Aida untu menjadi pacarnya. Ardi mengetahui bahwa Aida akan segera menikah dengan nak Fadil. Maka dari itu,  ia mengambil kesempatan dengan adanya seminar itu melampiaskan nafsu bejatnya.”
Mendengar penjelasan ibu, hatiku terasa begitu pedih. Bibirku bertasbih,, batinku merintih dengan apa yang baru saja kudengar
“kami dengan pihak keluarga telah sepakat untuk menikahkan Aida dengan Ardi. Maafkan kami nak Fadil…” ibunya Aida mengakhiri penjelasannya.
Suasana seolah mencekam. Hatiku seakan ingin meledak. Wajahku menunduk. Ada yang menetes dari sudut mataku. Sunnguh aku tak kuat menahan perasaanku. Akupun langsung pamit pulang.



                                                *************************
Dalam perjalanan pulang bibirku terus bertasbih.  Hatiku remuk, mataku terus saja mengalirkan sesuatu.  Pernikahan yang kudambakan gagal. Wisuda yang kutunggu-tunggu  sebagai awal puncak kesuksesan masa depanku terasa tak bermanfaat lagi. Aida adalah gadis idamanku kini telah terbang dibawa seekor elang yang rakus tak bermoral.
     Sesampainya dikamar kos, aku menangis sejadi-jadinya. Aku meratap dan memohon kepada tuhanku agar senantiasa diberi kekuatan dan ketabahan. Sungguh larut dalam kesedihanku. Tiba-tiba suara adzan magrib berkumandang. Panggilan tuhan masuk dalam batinku.
     Dengan berlinang air mata aku mencoba tegar menghadapi kuasa Allah itu. sebuah garis takdir yang harus kuterima dengan lapang dada. Usai sholat. Akupun bermunajat kepada Rabbku. Aku bertafakkur. Tubuh ku seolah roboh begitu saja dan sujud dihadapan sang maha pencipta. Ku utarakan kegundahan hatiku.aku berharap diberikan cinta disuatu hari nanti diujung hari. Suatu cinta diatas cinta yang hilang.

   ***************************



Tujuh bulan telah berlalu.. dengan hati yang tegar kuselesaikan kuliahku meski tak sesemangat dulu ketika aku hendak menikah.  Kini aku telah meraih gelar S1 teknik infaormatika dan mendapat nilai yang memuaskan. Namun dari hari kehari bayangan Aida masih saja hadir dalam benakku. Tanpa kabar, tanpa pertemuan, dan tanpa penjelasan langsung dari bibir Aida setelah hari yang pahit itu. aku pun mencba menata kembali masa depanku.
***** dihari Wisuda ku itu, sengaja ku panggil ibu dari kampung utuk hadir mendampingiku. Senyum ibuku telah cukup membuatku terhibur setelah luka yang begitu dalam mengiris-iris hatiku. Namun keadaan berubah, dan kuyakin dengan bantuan Allahlah aku sanggup menghadapi semuanya.

Tiba-tiba suasana Aula gedung itu seolah bertasbih. Ada sosok wanita anggun, cantik nan jelita dengan jilbab ungu datang mengahmpiriku.
“Subhanallah,,, Aida. Benarkah dia Aida?? Alangkah beruntungnya laki2-laki yang telah menikahinya saat ini.” batinku.
Hatiku berdesir..saat ia mendekati ibu ku. Jantungku berdegup kencang. Sama seperti pertama kali kau berjumpa Aida di acara Bakti sosial itu.
“Astaghfirullah,,, aku tak boleh lagi memikirkannya. Dia telah menjadi milik orang lain” ujarku dalam hati.
Ibuku tersenyum menatapku saat Aida kini tengah berada di hadapanku tepatnya disamping ibu. “Fadil,,, kau telah wisuda nak. Kini adalah waktunya kau untuk menikah. Kerjaanmu sudah mapan, sarjanapun sudah ditangan.” Ujar ibu.
“insya Allah bu..” jawabku
“Aida,, dengan siapa kamu kesini?? Ibu dan suamimu mana?” kuarahkan wajahku mentap Aida meski terasa berat.
“ibu tak ikut mas,, aku datang sendiri. Dan kedatanganku untuk menyampaikan maafku padamu. Dan menjelaskan apa yang telah terjadi padaku selama ini.” lanjut Aida dengan wajah menunduk dan kini butiran bening mulai berjatuhan dari sudut mata indahnya.
Belum sempat bertanya lagi, Aku langsung diajak bicara dan ibupun turut mengikuti kami. Aida ingin menyampaikan sesuatu yang penting yang ku tunggu selama ini. “Di mushola saja mas” ajak Aida. Iapun menjelaskan apa yang selama ini telah menimpanya.
“Mungkin mas Fadil telah diberi tahu ibu tentang kejadian yang menimpaku. Tetapi semua itu berubah mas. Ternyata takdir Allah berubah lagi. Kini aku telah janda mas. Aku terus saja berdo’a kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjalani hidup. Setelah menikah selama lebih kurang seminggu. Aku tinggal bersama mertuaku dijogja,, tak sempat tidur  bersama dimalam pertama karena Ardi harus meyelesaikan tugasnya diluar kota dimalam pengantin kami.. Ardi dua minggu diluar kota. Entah mengapa tiba-tiba terpikir dibenakku untuk memeriksakan diri kedokter. Hal ini tak pernah terpikir sebelumnya Karena aku telah bingung dengan kejadian yang menimpaaku dihotel itu. dan hasil pemeriksaan ternyata kesucianku masih utuh. Si berengsek itu hanya menjebakku agar ia punya alasan untuk bisa menikahiku. Setelah mengetahui semuanya, akupun meminta cerai. Kujelaskan semua prilaku biadab Ardi kepada orang tua dan keluarganya. Mereka tak mampu menolak permintaanku. Sepulang dari luar kota akupun minta cerai padanya. Awalnya Ardy menolak, namun atas bantuan ayah dan ibunya, akhirnya ia kalah. Aku bahagia sekali mas,, karena Ternyata Allah sangat menyayangiku.
Mendengar penjelasan Aida. Hatiku berdesir. Kulirik ibu yang sedari tadi terdiam, iapun tak mampu menahan tangis.  Setetes embun terasa masuk kedalam batinku. Ternyata ujian Allah telah berakhir. Akupun berniat untuk  langsung melamar Aida hari itu juga.
selesai