Selasa, 02 Oktober 2012

“BEGINIKaH NASIB ANAK PNS…??”



Aku memiliki cita2 menjadi seorang penulis…namun orang tuaku tidak setuju. Mereka menganggap pekerjaan penulis hanyalah sebatas hobi yang bisa dikerjakan setelah melakukan pekerjaan utama. Mereka bahkan mendesakku untuk mencari pekerjaan tetap. Jenis pekerjaan yang disarankan adalah menjadi PNS….
SEJUJURNYA aku paling Anti dengan menjadi PNS. Aku merasa pekerjaan sebagai seorang PNS merupakn kutukan seumur hidup yang akan berujung pada penyesalan, yaitu ketika dimasa pensiun nanti aku mendapati anak-anakku sudah besar tanpa bisa merasakan mengasuh mereka dimasa kecil.
Bahkan aku pernah membaca sebait isi hati sang bidadari kecil yang terukir diatar selembar kertas…
Inilah ungkapan isi hatinya….

12-10-2010
“Kutulis ini buat mama….”

“Mama, aku tau kau sibuk,,
Aku tau kau bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita,,
tapi aku mohon ma… aku manusia kecil yang butuh kasih sayang mu…
Aku manusia kecil yang butuh perhatianmu…
Tak sadarkah dirimu,, bahwa kau sudah tak pernah lagi mencium keningku seperti dulu ketika aku bayi…
Ma,, sebanyak apapun materi yang kau berikan padaku, namun sadarlah ma,, semua itu tak mampu membuatku bahagia.
Ma,, terkadang aku menangis dan merintih dalam batin, saat melihat kau lelah dan tak lagi memperdulikanku…
ma,, sesak rasanya dada ini ketika aku ingin menemuimu ketika membuka mata dan terbangun dari tidurku, namun tak ku temui kau ada disampingku…
ma… inikah arti kehidupan?? Sungguh ma, Aku takut kelak ketika aku dewasa, akan ada lagi rintihan manusia kecil sepertiku.
Ma… aku butuh kau selalu mendampingiku untuk mengenal siapa tuhanku..
Aku butuh kau untuk membimbingku mengenal siapa rasulku…
Aku butuh kau mengajariku tentang agama ku yang sesungguhnya..
Ma… tak sadarkah kau telah kehilangan gadis kecilmu…
Aku cemburu ma,, melihat sahabatku yang selalu mendapat bimbingan dari orang tuanya…………………. Tapi aku???
Taak kutemui sosokmu mengisi kehidupanku………
Aku menangis,, aku merintih,,, aku menjerit,,, tapi kau sama sekali tak mendengarnya,, kau sama sekali tak perduli…
Ma,,, aku butuh kasih sayangmu!! 



Para Gadis Kudu Tau Lho….!!



     Aku punya cita2 yang bagiku sangat berat untuk di wujudkan. Tapi, meskipun berat, bukan berarti gak bisa lho ya’…@ karena disisi lain, akupun memiliki keyakinan bahwa aku mampu, asalkan aku bertekad untuk mempersiapkan bekal yang cukup untuk meraih cita2 itu. sebenarnya apasih cita2 ku??
    Hmmm,, berbicara mengenai cita2, aku adalah orang yang paling banyak memilikinya. Bahkan telah kutulis rapi dalam sebuah dream book. Yah,, aku telah menulisnya dalam sebuah buku mimpi, berderert mimpi-mimpiku disana. Dan salah satu mimpi ku yang ingin kuceritakan dalam tulisan ini yaitu “Keluarga Islami”
     Haa,,,, keluarga islami?? Maksud lho?? Hehe.. iya nih, semenjak kuliah, aku terus saja berangan2 untuk segera menikah dan memiliki keluarga yang didalamnya terpatri aturan2 yang telah disyariatkan dalam islam. Nah,,, inilah cita2 terbesarku. Cita2 yang suatu hari nanti akan ku wujudkan. Memang tidak mudah, namun aku yakin aku bisa.
     Aku adalah salah satu makhluk yang rada sedikit aneh, kerjaanku hanya ingin selalu mendengar curhatan orang tanpa melakukan hal sebaliknya. Aku paling gak bisa curhat sama orang lain. Bahkan jika aku punya masalah, aku hanya bisa meluahkannya dalam sebugh buku diary atau langsung saja ku ceritakan pada sang pemberi problem. Hmmm,, setelah kedua hal itu kulakukan, maka hatikupun terasa lebih Plong…..
     Pernah seorang teman bercerita tentang keluarganya yang kini telah ia bangun dan tentunya keluarga yang hanya semata-mata mengharap Ridha Allah. Salah satu yang ia tanamkan pada dirinya adalah menghindari aktifitas2 yang dilarang oleh Allah, ketika masih remaja, alias ketika ia masih gadis. “Dulu, sebelum kakak paham tentang aturan2 dalam islam, kakak juga remaja yang bisa dikatakan nakal dek. Berjilbab hanya kesekolah saja, karena pada saat itu kk hanya memandang Jilbab sebagai pakaian yang harus dikenakan karena tuntutan sekolah. dan satu lagi, hal terburuk yang pernah kk lakukan adalah kk gadis yang kerap kali gonta ganti pacar. Naudzubillah…. Kk baru menyadari ketika kk mulai menginjakkan kaki dikampus, lalu dengan sigap kk langsung memutuskan hubungan dengan pacar2 kk.”
Hmm,, nama nya k Ulfa. Cantik,, bahkan sangat cantik. Dia kini telah berjilbab yang sesuai syari’at. Jilbab lebar dengan kaca mata serta senyum manis yang senantiasa mengembang. “Ria perlu tau dek, bahwa banyak sekali yang menyangka bahwa pernikahan yang didahului proses pacaran akan lebih berhasil. tapi kenyataannya, menunjukkan kebalikannya. Bahkan setelah menikah aib yang ditutupi selama berpacaran lansung muncul dengan jelas. Cinta yang membara dihati sebelum pernikahan akan menghilang dan padam dengan cepat. Hal ini akan membuat pasangan kecewa, dan masalah2 pun akan bermunculan.
     Hal ini telah terbukti lho dek, teman kk yang tengah mengalaminya dan iapun mengakui. Kk sempat menangis dan menyesal dengan ulah kk selama ini akibat ketidak tahuan. Dan ketika pemahaman itu hadir menyentuh hati kk, dengan benar2 mengucapkan syukur kepada Allah, kk pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Dan Alhamdulillah, Allah masih menyayangi kk, hingga ketika kk menikah, tidak di awali dengan proses pacaran, tapi ta’aruf untuk mengenalnya lebih jauh.
     Pernikahan yang tidak diawali dengan aktifitas pacaran biasanya dilakukan secara lebih rasional dan criteria pasangan terpenuhi secara lebih sepadan. Rasionalitas pernikahan ini dimulai dari titik nol, lalu berkembang secara alami menuju level yang lebih baik, hingga masa depan pernikan lebih baik.
     Dalam sebuah tulisan yang dimuat majalah Kullu Al-Usrah yang berjudul “Cinta dan Kesuksesan pernikahan” diutarakan, “BAHWA BISISKAN HATI MENJERUMUSKAN PADA KEGAGALAN, SEDANGKAN BIMBINGAN AKAL MENJAMIN KEBAHAGIAAN”. Jangan menikah dengan orang yang kau cintai dan jangan menjalin hubungan dengan orang yang kau sukai. Nikahilah orang yang dipilih oleh AKALMU, bukan Oleh HATIMU. Sebab yakinlah dek, bahwa pilihan akal akan lebih tepat, sedangkan pilihan hati tunduk pada dorongan nafsu. Orang memang dapt mewujudkan pernikahan atas dasar pilihan hati dan akal sekaligus dengan syarat pilihan akal harus tetap menjadi prioritas utama.
     Dalam skala seratus, UNSUR CINTA hanya 30% dari porsi pernikahan. Unsure lain yang lebih banyak dan lebih penting adalah sikap saling memahami, kasih sayang, kesanggupan memikul tanggung jawab, dan kegigihan menyukseskan pernikahan.”       
     Hmm,, panjang juga cerita k Ulfa. Akupun benar2 semangat mendengarnya.dan akupun merenung membayangkan betapa bahagianya keluarga mereka. k Ulfa selalu tampak romantic bersama sang suami. Bahkan mereka seperti orang yang pacaran,, padahal mereka suamu isteri lho. Hmmm,, luar biasa. Dan itulah yang ingin kuwujudkan dalam rumah tanggaku kelak. Aminnn,,
     Tau gak sih, aku paling gak setuju tuh dengan orang yang ketika ingin menikah selalu memprioritaskan pasangan hanya pada aspek kekayaan. Terutama dikalangan kita yang cewek nih, yang paling dicari adalah kekayaan, pendidikan, jabatan, keturunan, atau ketrampilan calon suami, padahal ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu lualitas keagamaan calon suami. Ketika bercita2 ingin memiliki keluar yang islami, tentunya keluarga yang senantiasa mendapat Ridha Allah, maka yang pertama harus dilakukan adalah komitmen dengan AlQuran dan Assunnah.
     Banyak kemaksiatan yang terjadi antara suami dan isteri, suami jarang dirumah, isteri tak sepenuhnya patuh pada suami, anak2 diabaikan tanpa di berikan kasih sayang seutuhnya.. dan banyak hal maksiat lainnya. Dan ini terjadi hanya karena jauhnya suami atau isteri dari ajaran AlQur’an dan Assunnah.  Kalau bukan karena hal itu, bukankah hak dan kewajiban masing2 suami isteri telah begitu jelas??
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

Sabtu, 29 September 2012

Gue akhwat bukan sihhh??



     Ahhaai, iseng2 bercermin sembari mengamati dengan teliti lalu bertanya dalam hati,” pantaskah diri ini disebut akhwat???” Grrr,,, gak kali ya’. Gmana mau nyandang predikat akhwat, wong kalo ngomong aja belom bisa jaga mulut, alias masih jepret sana jeprot sini. Kadangpun sikap masih suka gerak kemana2 n gak jelas juntrungannya.
     Menurut pengamatanku,, Akhwat itu yang selalu tampak anggun menjaga sikap, akhwat itu yang selalu berkata lembut dengan segala kelembutannya. Nah gue,, masih aja semau gue…masih aja ikutan nimbrung bareng teman2 yang lagi ngegosip,, haddoh parah. Dan satu lagi paling susah buat jaga batasan kalo udah ngobrol ama laki2 atau ikhwan kali yah,, hhihi, ehhh, gak,,gak,, diriku ini rada2 anehh, kalo udah ketemu n ngobrol ama mereka yang berlabel ikhwan… wihhh,, gila@@bener2 jaga sikap. Kalau bisa nunduk terus daah,, #maklum,, menjaga pandangan^^ heheh.
     Sebenarnya diriku ini sudah mulai asyik bin bahagia dengan penampilan yang ape adanye saat ini. Mulai suka dengan ROK hhehe. Tau kagak sih,, dulu sebelum ngampus, diriku ini paling anti pakai rok, serasa ribet gimanaaa gituh. Jangan kan pake buat diri sendiri, ngeliyat mereka yang pake rok dengan segala aktifitas yang seabrek alias kudu bolak sana balik sini serasa sumpek bin ribet ngeliatnya, gimana kalau gue?? Lho….?
    Tapi semua terasa berbalik, apa yang dulu gue gak suka, akhirnya menjadi suatu pilihan yang gue rasa itu benar. Gue tau, banyak yang bilang aneh dengan penampilan gue saat ini, tapi inilah gue, dengan pencarian jati diri yang gak ada abis2nya. namun Apapun sebutan buat gue, yang jelas gue bahagiaaaaa banget dengan segala yang gue rasa saat ini. gue bersyukur dengan apa yang gue punya… hmmm,, gue serasa menemukan diri gue yang selama ini entah kemana. lho…lho,,, kok ni tulisan agak aneh yo,, serasa ada yang mengganjal, banyak bener kata2 GUE nya. sok2 jakarte euy,,, hhehe.
     dan yang paling bahagia lagi, kalo gue udah berkumpul dengan teman2 liqo,, huhhh,, gak bisa diungkapkan denga kate2 deh,, PREettt. Apalagi sang Murobiyah yang selalu memberi semangat tiap kali bertemu,, Thanks terimakasih banyak,, jazakillah,,deh  buat mbak Fitria Ulfa. Semoga ilmu yang kau berikan untuk kami senantiasa menjadi ladang pahala buatmu n keluarga!
      

Kamis, 20 September 2012

nabiku


“Muhammad,,,, Kaulah Rasulku!!!”

 
     Sungguh,, aku rindu ingin bertemu dengannya. Andai saja aku hidup dizamnnya, tapi itu hanya mimpi belaka. Seorang Rasul sekaligus kekasih Allah yang UMMi namun mampu menyebarkan rahmat islam keseluruh penjuru dunia… subhanallah.
     Beliau lahir pada tanggal 12 rabiul awal 571 masehi. Anak dari ibunda aminah dan ayah Abdullah bin Abdul muthalib. Ahhh… indahnya jika dulu aku sempat merasakan detik2 kelahiran rasul yang kucintai itu. Hikss… aku hanya bisa berucap “Allahumma sholli’ala saidina Muhammad wa’ala ‘alihi saidina Muhammad.”
     Tau gak sih sobat, waktu rasulku itu lahir kedunia, sang ayah udah gak ada. Iya.. waktu beliau masih dikandung sang Umi tercinta, ayahnya tengah pergi ke kota Syam untuk berdagang. Dan ketika  sang ayah tengah berada diperjalanan hendak pulang, ternyata beliau dipanggil oleh sang pencipta, dan wafat di MADINAH dan dikebumikan dikota itu juga. Coba deh sobat bayangin betapa sedih dan perihnya ketika ternyata kita lahir tanpa seorang ayah. Dan ketika beranjak dewasa tak sekalipun kita mengenal sosok ayah… pedih bukan??
     Lanjut ya… dan setelah beberapa bulan wafatnya sang ayah, sang rasul yang didaulat sebagai nabi pamungkas alias nabi akhiru zaman pun dilahirkan. Tepatnya tahun 571 masehi dikota Mekkah dan tanpa seorang ayah…. Hikss,,!  Nah,, untuk pengetahuan kita saja, bahwa ternyata bangsawan mekkah itu tidak menyusui bayinya sndiri, tapi diserahkan kepada ibu susuannya, yaitu bunda Halimah tusa’diyah, dari kabilah bani Sa’d. menurut sejarah, beliau menetap bersama bunda Halimah sekitar 4 tahun.