Kamis, 14 Maret 2013

Karena Keperawanan Tak Kenal Chapter ke 2


Tulisan Derry Oktriana 
 Seorang laki-laki menginginkan calon istri yang baik MASA LALUNYA, sedangkan
Seorang perempuan menginginkan calon suami yang baik MASA DEPANNYA
Nah, bagaimana menurut pendapat kalian? Jika masih belum cukup paham, monggo dibaca ulang opini tersebut. Keduanya memiliki maksud dan tujuan yang sama, yaitu mengenai calon pendamping hidup dan kehidupan. Namun ada perbedaan yang sangat kontras disana, yaitu antara dua masa yang tentu saja berbeda. Karena masa lalu adalah masa dimana segala hal, baik itu menyenangkan maupun menyedihkan ‘telah’ terjadi. Sedangkan masa depan adalah masa dimana segala hal, baik itu menyenangkan maupun menyedihkan ‘belum’ terjadi. Layaknya seorang ulama pernah berkata, “Sesuatu yang jaraknya paling jauh adalah masa lalu, karena sedetikpun kita tak akan mampu kembali kepadanya”. Lalu bagaimana? Apakah ini semua adil untuk para perempuan? Mari kita lanjutkan pembahasan ini dengan sebuah paparan yang telah aku olah dari sebuah percakapan dengan seorang laki-laki. Sehingga kita sebagai kaum Hawa dapat mengetahui secara langsung sudut pandang dari seorang makhluk yang menyebut dirinya kaum Adam ini.
Aku memulai percakapan itu dengan sebuah salam melalui bbm, lalu dilanjutkan dengan membuka topik yang agak kontroversial menurutku. Setelah menunggu beberapa lama, aku menerima jawaban yang cukup panjang darinya. Oiya, sebelumnya biarkan aku memperkenalkan laki-laki ini. Dia bernama Okto Pranadhipta Wibowo, teman sekolahku saat di bangku SMP dan SMA. Ia pernah sama-sama berjuang sebagai aktivis jurnalisme maupun fotografi denganku. Jadi, dia termasuk orang yang selalu mengeluarkan opini-opini yang berkualitas menurutku. Baiklah, kita simak penuturan dari makhluk Adam ini :
“Ya rata-rata sih emang gitu kenyataannya, sad but true. Si laki-laki gak sadar kalau nanti di masa depannya dia pengen ketemu perempuan yang masa lalunya baik. Padahal itu semua harus dia mulai dari diri dia sendiri, buat ngejaga perempuan yang pernah deket sama dia dari hal-hal yang bakal ngebuat masa lalu perempuan itu jadi kurang baik. Kebanyakan laki-laki sadarnya telat, yang seharusnya dari masa puber mereka udah mikir kesitu, tapi justru mereka ngedahuluin nafsu, gak mikir long-term cause nya bakal gimana. Ya emang susah sih kalo masa puber buat laki-laki tapi gak ngedahuluin nafsu. Dan hal itulah ironisnya. Hal yang laki-laki inginin di masa depan justru laki-laki juga yang ngerusaknya di masa lalu. Kalau perempuan pengen laki-laki bermasa depan baik, ya wajarlah. Dan emang udah kewajiban laki-laki yang ingin berkeluarga, ngeusahain buat punya masa depan terbaik.”
Well done, lumayan panjang jawaban dari teman lama satu ini. Sengaja aku membaca tanggapan dari dirinya berulang-ulang sebelum aku membalas kembali jawaban darinya. Setelah beberapa saat berselang, aku katakan padanya :
“Cakep jawabannya. Jadi sebejat-bejatnya pria yang serius berumah tangga, dia bakal tetep pengen perempuan yang baik buat jadi istrinya kan? Dan tentunya ibu yang baik buat anak-anaknya. Tapi mereka gak nyadar kalo perempuan jadi rusak juga karna ulah mereka. Mungkin kadang nyadar, tapi selagi ada yang bisa dimanfaatin di depan mata, kenapa enggak. Trus gimana dong? Paradigmanya sekarang tuh gini, laki-laki yang pengen dapetin perempuan dengan masa lalu yang baik, mungkin dia emang berkemungkinan besar bisa dapetin yang mereka mau, bisa aja dengan cara mereka belajar buat berubah jadi lebih baik. Tapi sayangnya, perempuan yang udah terlanjur masa lalunya gak baik, mau dia berubah lebih baik gimana pun juga, seolah-olah tetep gak layak buat dapetin laki-laki baik. Dan gak bisa dipungkiri, yang jadi korban tetep cuma 1 pihak yaitu perempuan, karna kehormatan gak bisa diulang 2x kan? Dan penyiksaan batin saat menutupi hal itu semua dari suami sah nantinya pasti sangat menyakitkan. Aku tuh kepikiran banget abis baca bukunya Felix yang #UdahPutusinAja, di awal bukunya udah ngebahas masalah perempuan yang kehormatannya diambil trus ditinggal gitu aja ma pacarnya. Dan dari angka-angka statistik mengenai tingkat hubungan seks pra-nikah yang di paparin dalam buku itu nyeremin banget.  Dulu aku cuma stuck sampe masalah perempuan2 yang diperkosa trus masa depannya jadi rusak. Tapi setelah baca buku ini, kayak mendadak keubah mindsetnya, ternyata yang kehilangan kehormatan atas nama cinta juga banyak banget. Yah atas nama cinta bullshit mereka itu.”
Ternyata, balasan jawaban dari aku juga gak kalah panjang ya. Hehe. Sekarang disimak lagi ya jawaban dari si Okto :
“Nah iya makanya dari dulu juga orangtua udah banyak yang bilang, laki-laki itu egois. Dan mungkin karna diomongin gitu, laki-laki jaman sekarang mindsetnya jadi otomatis egois. Ya iya sih, nyadar mungkin. Cuma si laki-laki di kontrol dengan nafsu yang ber-mindset ‘kalau gak long-last tapi belum ngapa-ngapainin si perempuan bakal sia-sia nih pacaran, kan mumpung si perempuan lagi cinta sama kita’. Kalau untuk gimananya sih, aku coba bikin mindset ke diri sendiri mulai dari beberapa waktu lalu sesuai quote ‘every saint has past and every sinner has future’. Masalah masa lalu kesampingin ajalah, sekarang tinggal ngeliat gimana orang-orang ngehadapin masa sekarang dan masa depannya.  Dan itulah para anak-anak masa puber yang missleading arti cinta, mereka mikirnya mereka ngelakuin karena cinta, padahal itu nafsu dan keingintahuan aja. Yang perempuan kejebak sama kata-kata laki-laki tentang cinta yang sebetulnya cuma nafsu.”
Well well well, alias baiklah baiklah baiklah. Obrolan kami ditutup dengan ucapan terima kasih dan doa untuk kebaikan masing-masing dari kita. Semoga kedepannya Allah ngasih petunjuk berupa solusi untuk masalah-masalah tersebut. Semoga kita makin dikuatkan dalam keistiqomahan menjaga iman ini dan tentunya meng-Islam-kan diri lagi dan lagi. Amin. (^_^)
Ntahlah, mungkin gak akan pernah habis kata untuk aku katakan dan yakinkan pada kalian semua bahwa pacaran atau atribut apapun namanya itu adalah suatu hal yang sangat berbahaya, terutama bagi perempuan. Mungkin akan banyak yang menyepelekan tulisan dan opini ku ini, tapi percayalah. Perempuan-perempuan di luar sana yang telah menjadi korban nafsu yang beratasnamakan cinta ini sudah sangat banyak. Dan kalian tahu? Mungkin dulunya mereka juga menganggap hal-hal semacam ini sepele. Namun saat mereka yang menjadi korbannya, mereka hanya bisa meratap dan tersungkur lemas tak tahu harus berbuat apa. Untuk kita semua, yang masih diberi limpahan nikmat atas kehormatan yang masih dijaga oleh Allah SWT ini, marilah berusaha menjaga titipannya. Menjaga dengan menghindari segala bentuk kemaksiatan yang dibungkus oleh indahnya cinta semu. Bersyukurlah bagi orang-orang yang terus diingatkan tentang segala hal baik yang akan menyelamatkannya di dunia maupun di akhirat kelak. Jangan sampai kita berbalik arah dan mengambil jalan yang tak di ridhoi oleh Allah. Dan bagi para perempuan yang kurang beruntung mengenai masa lalu, tenanglah, mungkin kehormatan telah luput dari diri, namun ingatlah bahwa kita memiliki Allah yang Mahakekal. InsyaAllah, akan saya bahas dalam tulisan berikutnya.
Dan bagi para laki-laki yang membaca tulisan ini, tolong bantu kami para perempuan. Bantu dengan menghormati kodrat kami sebagai makhluk yang lemah. Sebagai makhluk yang mudah sekali bertekuk lutut dengan buaian kata-kata manis. Mari kita menjaga bentuk interaksi kita semua. Ingatlah bahwa kalian memiliki kakak seorang perempuan, atau seorang adik yang juga perempuan. Bahkan lihatlah ke diri kalian sendiri, kalian juga dikeluarkan dari rahim seorang perempuan. Sakitkah hati kalian bila mengetahui atau paling tidak membayangkan kakak, adik bahkan Ibu kalian diperlakukan asusila oleh orang lain lalu dibuang begitu saja layaknya sampah? Masha Allah. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Amin ya Rabb.
Akan aku akhiri tulisan ini dengan sebuah doa untuk kita semua. Semoga dengan diamini oleh segenap pembaca dapat menggetarkan langit dan membuka seluruh pintu hikmah tepat ke arah kita.
Ya Allah ya Rabb, kami memulai doa ini dengan rasa syukur penuh atas nikmat Islam yang Engkau berikan. Atas seluruh keikhlasan Rasulullah SAW yang tak kenal lelah hingga bersimbah darah untuk memperjuangkan agama ini hingga sampai ke dalam tiap helaan nafas kami. Jadikan kami senantiasa berada di jalan lurus menuju kebenaran, dijauhkan dari segala kebatilan, dan benar-benar mampu menyerahkan diri kami seutuhnya kepada-Mu. Semoga Engkau menyempurnakan nikmat-Mu atas kami semua. Membebaskan kami dari segala bencana yang kami ciptakan dari nafsu diri ini. Serta tutupkanlah aib-aib kami baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ya Allah, sungguh tak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Dengan segala kerendahan diri ini, kabulkanlah permohonan kami, kami memohon dengan sangat. Amin. Amin ya Rabbal ‘alamin.



Rabu, 13 Maret 2013

seribu alasan buat pacarannn

HayooOOO.. siapa tuh yang suka berdua-duaan?? Ditempat gelap-gelap lagi… haddooh paraahh nee@
Siapa juga tuh yang suka nonton berdua (tentunya dengan lawan jenis yg bukan mahram),,missal di bioskop, tapi milihnya duduk paling belakang??
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (menyendiri) dengan seorang perempuan tanpa disertai mahramnya, karena yang ketiganya adalah syaitonn” (H.R AHMAD)
Nah lhoo… ternyata sudah ada hadits yang mewanti-wanti agar kita gak sembarang berdua-duaan kecuali bertiga, ber empat, ber lima,, dan seterusnya tentunya dengan mahram kita. Biasanya nih,,, mereka yang lagi jattuh cintrong,, eits… jatuh cinta maksudnya yang selalu berdua2an. Iya apa iya?? Jujur deh,,,,!! Bahkan maunya berduaan mulu, yang lain gak boleh ikutan, coz mereka pada ngontrak.( Huuu.. bassi ah@)  Dan itu biasanya dilakukan oleh para pelaku pacaran,,,@ bener toooh??
Jatuh cinta?? Berbicara soal ini,,, tentu semua orang pernah merasakan. Karena rasa itu merupakan fitrah nya setiap manusia.
Namun cara nya aja yang berbeda,,, ada yang mampu menyimpannya seapik mungkin agar tak terjerumus dalam hal2 yang melanggar aturan agama. Dan ada juga yang melanggaranya,, dalam artian direalisasikan kedalam aktifitas pacaran. 
halaaah,, ria mah bisa aja. Bilang aja gak pernah pacaran karena emang gak ada yang ngajak pacaran... hayooo... ngaku deh Ria!!! GAK Laku yah..?? heheh (hus,, emang jualan sayur).
Aku katakan sejujurnya nih,,,  bahwa aku bukan lah generasi yg pernah patah hati atau frustasi atau galau atau apalah namanya,,, karna gak dapat-dapat pacar. Hmm,,, awalnya emang gak dikasi pacaran,,dan terus diwanti2 ama mama n abg. saat mulai remaja,, meski ada rasa sama lawan jenis,, tetep ancaman gak boleh pacaran masih aja terngiang. ini artinya, Aku juga bukan org yg bersih dr perasaan2 kagum kpd lawan jenis. sampai lah pada saat aku mulai mengerti dan mulai paham makna pacaran yg sesungguhnya. yang akhirnya membuat aku lebih memilih gak mau pacaran karena aku punya banyak referensi yang mencurhatkan kpd ku gaya2 pacaran anak muda masa kini, yaitu gaya extravaganza bebas hambatan, sampai yg hamil diluar nikah dan curhat2 laen yg sampai kpdku dgn 'cerita2 seram' tentang aktivitas pacaran mereka. Lalu sampailah aku pada kesimpulan: Kalau mau jujur, 99% pacaran tidak bermanfaat dan hanya mendatangkan mudharat !! udah gitu, dosa lg.
hmm,,, boleh kutanya,, “Sebenarnya pacaran ntu buat apa ya’??” (pertanyaan polos dari makhluk yang belom pernah terjun kedunia pacaran,, hehe. Gue bangeeet tuh@).
Terus mereka jawab: “Bisa memacu semangat belajar.”Aku nyanggah (ojo marah yo!!..xixixi)  “Ah,,, masak iya sih,,,,,,yang bener aja?? Nggak salah tuh??kalau emang benar alasannya bisa memacu semangat belajar, kenapa juga banyak orang yang melakukannya ternyata nilai rapotnya JEBLOKK,, nilau UAS nya ancuurr lebur,, IP nya gak enak diliattt?? Kok bisa gitu?? (jawaaab donk,,!! malah pada diam lagi. Huhhh)
Oke,,,aku jawab sendiri deh. Hmmm,,, mungkin emang ada juga sebagian dari mereka yang pacaran dan dapet nilai bagus atau bahkan berprestasi, tapi itu mah bukan karena pacarnya kale,,, mungkin dia emang rajin belajar dan punya kemampuan otak yang baik. BETUL APA BETUL?? (Ya elaah pilihannya Cuma BETUL doang… maksa euy@@ hehhe)
Oya,, karena aku makhluk yang belom pernah ngerasain pacarann,,heheh (jujur amat). Aku selalu menjadi wadah buat nampung Ber ember-ember cerita2 sahabat2ku tentang pacar2 mereka. Ada yang sampai nangis2 gak nafsu makan gara2 diputusin, ada yang steres karena ketahuan pacaran ama ortunya, pokoknya macem2 deh. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, waktu di Sekolahku dulu ada yang sampai drop out (DO) sekolah gara-gara kasus MBA (Married By Accident). Sebab apalagi kalau bukan dampak jelek dari pacaran.
“Riaa,, Pacaran itu bisa menghilangangkan BETE,,,,,,dan dapat menumbuhkan semangat hidup@” teriak para pelaku pacaran.
Hmm,,,Boleh kusanggah lagiii?? Boleh donkkkkk!!  “Aduuuh Mbakkk,, Mass,,,, alasannya kok serasa maksain buangett sihh??
Oke,,, disatu sisi mungkin IYA. Orang yang pacaran itu akan merasa berbunga-bunga hatinya ketika ketemu dengan si dia. Jangan kan ketemu,, Cuma denger suaranya Ditelpon aja udah serasa melayang-layang saking bahagianya. Tapi kan gak selamanya tenang. Misalnya, suatu hari kamu mergokin pacar sedang berjalan berdua sama cow atau cew laen, pasti deh kamu kesel dan ‘guooonddookk’ setengah mati karena cemburu. Didalam hatimu tersimpan api cemburu yang membara dn suatu saat akan terbakar. Apalagi jika kekasih hatiimu itu sudah pindah kelain hati,,  pasti deh sakit ati  banget,, untung2 kamu (bagi yang cew nih..) belom di coel (diraba-raba) sana sini ama kekasih kamu itu, kalau udah… wahhh betapa ruginya kamu. Pinginnya bunuh diri tapi takut mati, hidup segan mati tak mau… hahha. Kasiaaannn. Maaff,, aku bukannya ngejekk atau nertawaain.. tapi aku Cuma pengen kamu2 nyadar aja. Terus putusiiin deh tu pacar kamu.
“Tapi Ria.. pacar aku itu SETIA.” Ungkap pelaku pacaran.
“OOOOh setia,, ya. Taruh lah pacarmu ntu setia seperti yg kamu katakan. Tapi dijamin deh… keseharian kamu pasti gak tenang karena terbayang sama si Dia. kalau begitu kejadiannya, apa mungkin pacaran bisa menghilangkan BETE?? Apa lagi menambah semangat hidupp,,,,?? Gedek buanget booongnya, CAPCAY dehhhhh,.,,……@
 “Eitss tunggu dulu Ria,,,, asal kamu tau alasan aku pacaran adalah sebagai wahana saling mengenal. Siapa tahu kelak jadi jodoh beneran.. tul gak??” sergah salah seorang pelaku pacaran yg emang keliatan tua,, hehe. Maksudnya udah siap tuk nikah.
Lagi lagi aku sanggaaahhh.
“Wuiiihhh,, alasan yang atu ini kedengerannya bagus amat ya’. Memang kamu gak tau yaaa,, banyak lho orang yang pacaran bertahun-tahun akhirnya bubar juga. Bahkan ada orang yang pacaran Sembilan tahun dan menikah. Ternyata setelah nikah hanya mampu bertahan sampai Sembilan bulan. Lhoooo kok??? Katanya untuk saling mengenal dan saling mendalami karakter??? Giliran sudah mengenal luammmmaaaa bunaggget… setelah nikah malah cepat Bubarnya. Gimana tuhhhh??”
Persoalan kecocokan dalam pernikahan itu bukan berarti harus dilalui dengan pacaran yang lama dan intensif. (Ahhh Ria sok tempe nih,,,,!! Nikah juga belom… hehe. Tenang kawan! Ini ditulis berdasarkan pengalaman mereka2 yang gak pacaran terus nikah kok.) tapi kecocokan itu bisa didapat setelah kita paham seberapa jauh kita mau mengerti dan saling memahami akan perbedaan-perbedaan yang ada disetiap pasangan berdasarkan semangat ibadah kepada Allah. PACARAN… no way!!
Untuk ngupas masalah pacaran, memang gak ada abis2nya. Namun yang jelas, sesuai dengan pengetahuan kita… apapun alasannya, pacaran bisa mengantarkan pelakunya bertindak permisif atau menganggap ringan terhadap hal-hal yang terkait dengan hubungan lawan jenis, yang berarti pula melakukan perbuatan yang mendekati zina. Padahal pengertian zina secara luas bukan hanya sekedar coitus (haaa bahasa apaan tuh?? Boleh bukka kamus kok,, ehehhe). Namun zina bisa juga diartikan zina yang dilakukan oleh mata, tangan, kaki, hati, dlll dan bakalan membawa kita kepada dosa2 yang sama sekali gak kita sadari. Makanya,, biar lebih jelas lagi.. sekali2 baca dung buku2 yg berbau islami.
Sumber: Thobieb Al Asyhar, Fikih gaul

Selasa, 12 Maret 2013

Cinta,,Haruskah dengan pacaran??


Aku bingung,, kenapa semua orang mengAgung-agungkan yang namaya pacaran. Apakah rasa cinta yang tumbuh dalam hati setiap insan harus di salurkan lewat pacaran?
Huh,,,, aku kadang menggerutu melihat mereka2 yang sok2 mesra dijalanan, bukan berarti aku cemburu karena aku gak punya pacar.. jujur.. aku emang gak akan mau pacaran… jika memang sudah waktunya aku ingin langsung menikah saja. Kurasa hal itu merupakan pilihan terbaik, karena kehormatanku sebagai seorang wanita lebih terjaga.
Melihat para  pelaku pacaran bermesraan didepan umum, benar-benar membuatku semakin muak. Apakah mereka sudah tak merasa malu? Saudariku,, sebagai seorang wanita,, sungguh aku tak tega melihat kau diperlakukan seenaknya oleh para lelaki hiddung belang. Bukaknkah kau tahu, bahwa sebagai wanita, kitalah yang kelak akan menjadi generasi2 pendidik utama dalam keluarga. Bagaimana kita dapat mendidik para generasi yang berakhlak mulia sementara kita sendiri tak mampu menjaga akhlak dan moral kita sejak dini.
Sahabatku… yakinkah kau dengan ajaran agama islam,, agama kita tercinta telah member rambu2 agar hendaknya kita selalu mampu menjaga pandangan sebagaimana yang tertulis dalam Q.S An-Nur ayat 30-31,,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)
     Sahabat,, jika saat ini kau masih melakukan aktifitas itu (pacaran),, maka pikirkanlah…!! Kita diberi akal untuk memikirkan manfaat dan mudhorat yg akan ditimbulkan setiap aktifitas yg kita lakukan. Kumohon, sebelum semuanya terlanjur…!!!
Saat ini,, banyak sekali yang harus dan terpaksa menikah karena terlanjur “kecelakaan”. Jika lah itu yang mendasari pernikahan terjadi,, maka dimana kesakralan pernikahan yang sesungguhnya…??
Sahabat,, bersabarlah!! Jangan turuti hawa nafsumu!! Karena hawa nafsu itulah yang akan membawa kita kepada ladang kehancuran. Memang sulit untuk melakukan kebaikan sahabat,, karena syaiton tak akan rela melihat kita melakukan amal kebaikan. Namun berusahalah,,, semua butuh proses, jika kita bersungguh-sungguh,, insyaAllah allah akan mempermudah niat baik kita.

^_*


Bismillahirrohmanirrohim

    
Yaa Rabbi.. Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radlia
                                      llahu'anhum.. Aamiin ya Rabbal'alamin.”

^^__^^


“Biar  Single  Tetap  Happy…..”
Siapapun dirimu yang mengaku single or jomblo,,, berbahagialah!!!
“Lho kok?? Hari gini status jomblo gitu… bahagiaa?? Gak dehhhhhh……………@”
     Itu mah kata mereka yang gak nahan ngejomblo Kalee… Mau tau kenapa yang single kudu tetap happy? Karena ketika kebanyakan orang sedang sibuk dengan aktifitas pacarannya,,, kita disini juga gak kalah super sibuk berbenah diri menunggu si jodoh datang. Assyyk.. hehe
     Nah,,, siapa bilang jomblo itu gk happy?? Yang pacaran aja tuh yang banyak gak happy nya… malah lebih banyak meweknya… ya kannnn?? Ngaku aja dah! (hehe.. maksa euy)..
     Bahkan bagi mereka yang gak nahan ngejomblo nih, , terasa banget kalo nyandang status jomblo ntu seperti kutukan (wuiih syerem bener ya’..@heheh). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan bakalan dapat kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping puanas tenannn.. ( Weww… Yang nulis pernah jdi korban sindiran kali ya’?? hahay)  
     Makanya gak tertutup kemungkinan bagi kaum yang antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi. Gejala yang paling ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimik wajah manyun ngeliat temennya yang pacaran, atau jadi kurang  percaya diri karena tak kunjung laku (emangnya jualan sayurr?) atau juga ngurung diri,, merasa gak berguna dan merasa Cuma dia aja yang tengah ditimpa masalah bertubi2 (kasiaaaaan,,,,,,,). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa lebih parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atau sindiran orang dan teman2, sehingga membuatnya narik diri dari pergaulan sosial atau malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya nakut-nakutin Lhooo, cuma bikin  parno (paranoid) aja. Yee…sama aja atuh! Heheh..
     Tapi Bagi mereka yang enjoy2 aja,,  sembari berkata, “jomblo.. nyantai aja lagi!!@”. Predikat itu bukan masalah, Justru  lebih baik dinikmati meski tanpa pasangan, ntar tunggu waktunya aja dahhhh…. heheh@ Jadi gunakan  aja status yang ada Sebagai wujud rasa syukur. Eits,,, bukan berarti yang jomblo gak boleh jatuh cintrong Lhoo,, ehh jatuh cinta maksudnya,,hhehe. sah2 aja kali. Tapi kalau emang belom waktunya,, cinta emang gak harus memiliki kan,??, ahhh… masaaaak sih??? (ini sih kata yang nuliss,, hhhihi)
     Hmmm,,oya,, satu lagi ne,, jomblo bukan berarti gak bikin hidup lebih hidup lho.. kita masih punya segudang kebahagiaan yang mungkin gk dirasa sama orang yang pacaran... gk perlu ribet absen sama si pacar tiap hari'y... karena kita udah punya cukup waktu untuk absen ke Allah min 5 kali sehari.. gk perlu repot cari wktu yang tepat untuk curhat sama si pacar... coz kita udah punya Allah yang selalu siap mendengarkan kita setiap saat... iya apa iya…? Yakin deh…kita akan lebih merasa lega jika semua kepedihan,di ceritakan langsung kepada sang pemberi kepedihan. Karena kitapun kudu yakin dengan firmanNya yang mengatakan bahwa semua yang dibebankan kepada manusia memang sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri.
    So,, menjadi single atao ngejomblo itu gk buruk kok... tapi bukan berarti melajang seumur hidup itu baik ya.. jika nanti suatu saat ada seseorang yang shaleh atau shaleha meminta kita dengn tulus untuk menikah denganya dan berjuang bersama-sama untuk akhirat demi mencari ridho Allah.. why not?.. bukan kah itu yang memang sedang kita nantikan..?
     Taapiii... untuk saat ini, coba kita nikmati saja dulu kehidupan single happy ini.. gk perlu terlalu Maksain diri ingin secepatnya sampai lupa diri... saabbbarr... Allah sudah menyusun rencana terbaiknya.. kapan rencana itu terealisasikan?.. hanya Allah Yang Mengetahuinya.. sekarang kita kasih kesempatan hati untuk ngeplongin perasaan kita.. buat yang tadinya sempet tersakiti... biarkan hati kita merasa lega dulu.. karena udah lepas dari belengu yang bikin kita sakit hati... untuk yang masih kecewa.. biarkan hati kita melapang kan dada kita untuk lebih ikhlas menerima kenyataan... dan yang masih was-was sama penantiannya.. biarkan hati kita rileks menunggu... gak perlu buru-buru ngejar target.. bila waktunya tepat.. maka akan datang di tempat yang tepat.. bahkan terkadang tanpa di duga..^^
     Jika memang status single yang melekat pada kita adalah keterpaksaan karena belum datang jodoh kita, maka jangan patah semangat.. tetep berharp dan husnuzdon kepada Allah... dan jika pun status single ini harus dijalani lantaran itu adalah pilihan yang dpilih dengan sadar karena alasan tertentu, ada baiknya kita semua  berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus belajar, merenungi apa yang selama ini udah kita lakuin udah bener apa gak. Yaa,, sedikit2, toh semuanya butuh proses. Pernah baca surat An-Nur..ayat 26 kan?? Gini nih isinya…
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). “
 Isi dalam ayat Itu janji Allah lho, so sebagai seorang muslim kita  kudu yakin….!!
     Hmmm… berbahagialah bagi sobat2 semua yang masih jomblo. Bersabarlah,..@!! jodoh Berada digenggamanNYA. Jika   telah tiba waktunya, maka yakinlah akan ada jalan untuk melepasakan masa lajang kita. tugas kita berusaha dan berdoa. Selagi muda, mari pergunakan waktu untuk terus belajar, pahami agama kita meskipun harus melangkah secara parlahan, tertatih-tatih sekalipun, namun tetaplah untuk selalu yakin bahwa semua akan indah pada waktunya.