"MENULIS BUTUHKAH BAKAT ATAU
HOBI??"
“Sejarah Hanya Ditulis Dengan Nuansa
Dua Warna, Hitam
tinta nya Para
Ulama Dan Merah Darah nya Para
Syuhada”
Menulis,,,
perlukah bakat?? Atau memang harus Hoby??
Kata orang2
bijak: “Manulislah Apa Yang
Terlintas, Bukan Memikirkan Apa Yang
Hendak Ditulis”
Adapula seorang penyair yang berkata: “ Aku ada
karena aku menulis. Ketika nanti aku mati dan tak meninggalkan tulisan apapun,
aku pasti menjadi benar2 tak ada. Namun bila aku mati dan meninggalkan tulisan
atau suatu karya, atau apapun namanya, mungkin aku dikatakan mati secara fisik,
tapi pikiranku, karyaku, bukuku, artikelku, atau apapun namanya, akan mengabdi
dan Insya Allah akan menjadi amal yang akan terus mengalir”
waah,, betapa luar biasanya pernyataan seorang
penyair dari madura itu. yuukk semangat,, ku yakin kita juga bisa.
Hmm,,
memang sih kalau berbicara tentang tulis menulis, Sejujurnya Aku sama sekali tak hobi. juga tak
merasa memiliki bakat menulis. Tapi,, kalau nyoret2 buku diary aku paling jago.
Pokoknya,,
semua kekesalan, kesedihan, bahkan kepedihan sekalipun telah terangkum dalam
sebuah buku diary. Aku lebih senang memaparkan isi hatiku kedalam coretan
ketimbang menceritakan pada orang lain atau yang sering disebut Nyurhat alias
Nyurahin isi hati ke orang lain. Banyak hal yang tak perlu mereka tau tentang
ku,, biarlah ku luahkan semuanya dalam sebuah buku harian yang kuyakin akan
lebih terjaga karena tak akan mungkin diketahui banyak orang selagi aku tak
ceroboh menyimpannya. Berbeda jika semua masalah, ku curah kan kepada makhluk
yang bernama manusia,, makhluk yang jelas2 penuh ke khilafan dan mungkin saja
suatu saat semua rahasiaku malah dibeberkan kepada manusia2 yang lain dengan
alasan khilaf. Dan satu lagi,, aku akan lebih merasa lega jika semua
kepedihanku, ku ceritakan langsung kepada sang pemberi kepedihan. Aku semakin
yakin dengan firmanNya yang mengatakan bahwa semua yang dibebankan kepada
manusia memang sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri. Jika kita pahami
secara lebih mendalam,,, kurasa tak ada masalah yang tak terselesaikan asalkan
kita yakin kalau kita bisa melewatinya dengan berbagai cara. Gunakan akal,
jangan terlalu menurutkan perasaan, hingga berujung kepada nafsu yang selalu
ingin menjerumuskan. Salah satu yang perlu kita jaga adalah IMAN. Kata dosen
ku, PAK A. MANAN, (hehe,, promosi),, IMAN lah yang menjadi pengendali
semuanya,, pengendali Akal, Hati juga Nafsu. Dengan begitu
insyaAllah semua masalah dan kepedihan akan mudah teratasi.
Aku
memang tak hobi menulis,,, tapi aku sangat hobi membaca novel, cerpen, artikel2
islami, pokoke buku2 yang berbau islami daah. Tapi,, entah mengapa aku selalu
merasa kekurangan waktu untuk membaca. Dibilang sibuk…. Gak juga@ kenapa ya?? Hmm,,
ku rasa itulah yang menjadi kendalaku saat ini. Aku pernah membaca sebuah buku karya Satria
Nova yang juga seorang penulis. Dari pesan2 yang terdapat dalam karyanya lah
aku semakin yakin dan tergerak untuk mencoba menulis. Apalagi saat membaca
cita2nya. Sebuah cita2 yang menurutku sangat luar biasa...
“Impian
terbesarku dari menulis adalah ketika nanti dipadang mahsyar, aku terbelalak
melihat catatan amalku. Saat itu aku hanya bisa berkata,
‘Ya Allah… bukankah timbangan amalku tak
sebesar ini??’ kemudian kuterima jawaban dari NYA.
‘Yaa,,,
kau benar. Tapi ribuan orang telah tergerak hati, tangan, dan kakinya untuk
berbuat kebaikan setelah membaca tulisan2 mu. Berantai amal sunah terkerjakan
setelah ribuan manusia membaca karya dari jemarimu’
Ahh.. indahnya. Demi Allah Yang Maha Tahu,,
itulah harapan tertinggiku”
Banyak hal
yang kudapat dari tulisan2nya.. tentang awal mula ia menjadi seorang penulis..
menurut ceritanya, pertama kali ia menulis hanya karena iseng2 aja. Iapun selalu
memposting semua pengalaman2nya dalam blog. Sampai akhirnya pada semester 3 ia
terpilih menjadi pemimpin redaksi majalah dakwah kampus yang bernama
Ultrassafinah. Dari sanalah dia belajar menulis. Alhasil pada bulan maret 2010,
tepatnya ketika dia tengah berjuang menghadapi ujian MID di semester 5 dia
memulai mengukir impiannya sebagai seorang penulis. Buku yang tengah berada
ditanganku ini adalah karya kelimanya yang berhasil diterbitkan. Jika anda2
semua ingin membaca karya sebelumnya, diantaranya: siapa sahabat yang kau pilih?, 30
kisah pelaku sedekah, kuliah apa kuli yah?? Dan agar menulis senikmat bicara
serta buku yang tengah berada digenggamannku saat ini yang bejudul ternyata
menulis mudah dan menghasilkan uang. Subhanallah..
luar biasa kan@
Nah,,,
dia aja yang masih muda bisa,, kenapa kita enggak??? Dia juga manusia,, dan
seorang mahasiswa yang juga banyak kegiatan,, jika dipikir2 lagi, gak mungkin
ada waktu untuk nulis.. tapi fakta membuktikan dia bisa. Bahkan buku2nya sudah
banyak yang diterbitkan…
Ucapan
terimakasih untuk Mas SATRIA NOVA. Berkat karyanya, aku jadi semangat untuk menulis
meskipun belum pernah melahirkan sebuah buku. Namun saat ini aku tak perlu
berpikir panjang lagi untuk menulis apa saja yang ada dibenakku. Masalah hasilnya
enak dibaca atau enggak,, urusan belakang dah. Yang penting aku harus tetap
semangat untuk menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar