Asssalmualaikum sobat semua,,,,,,,,@
Selamat datang
didunia muda mudi… dunia yang katanya ganas kayak di hutan rimba n belantara,
atau malah lebih serius?? Coba deh sisihkan waktumu sedikit saja untuk sekedar membuka
mata n telinga buat nyaksiin kehidupan muda mudi saat ini.
Hmmm,, sobat
muslim, kurasa kita sudah gak kaget lagi ngeliyat betapa cerdiknya kawula muda
pada umumnya, terutama dalam hal pacaran,,(wiiihhh,, apa2an ne!!!@ tenang
sobat! Lanjuuut baca dulu!). para muda mudi pada ‘RAJIN BELAJAR’ ilmu gaul
sihhh,, hhuhu. Mereka lahap VCD, internet, novel, majalah, sinetron, musik,
goosiiiip. Pokokke semua hal yg berbau romantisme dengan kegairahan yang
iiiihhh WOwwwwwww, jauh melebihi perhatian mereka terhadap bidang-bidang lain.
Jadi wajar saja kalau mereka jadi pada pinterrr dalam hal itu…..?@
Lagian nih sobat,
lahan untuk meraktekkin ilmu mereka itu terkuak lebar2. Pacar ngapelin dirumah?
Bonyok alias bokap n nyokap oke2 aja. Berdua-duaan dikantin sekolah?? lanjut
saja,,, malah dikompor-komporin ama temen. Nyepi berdua disemak-semak hutan
wisata,?? Ini sihh apa lagi,,, ‘Tabrak dulu…’ urusan itu mah belakangan,,,
hm,hm,, cerdik benget ya’ Naudzubillah…@
Buat contoh
kecerdikan itu, silahkan sobat semua membaca 2 kasus yang kukutip di bawah ini!
Kasus 1 “Daripada Hidup Membawa Malu”
Tahun 1938 seorang
ibu di Tapanuli Selatan (Mandailing) membawa anak perempuannya mandi di sungan
Batang Gadis. Setelah selesai mandi, dikeluarkannya pisau dari ikat pinggangnya
lalu ditikamnya anak itu dan disembelihnya. Ketika ditanya polisi, dijawabnya
terus terang. Lebih baik anak itu mati, daripada hidup member malu. Anak itu
telah berintaian (berpacaran) dengan seorang lelaki. Ibu itu kemudian di hukum,
namun tak ada satupun orang kampung yang menyalahkannya.”
Kasus 2 “Kehamilan Yang Tak Di Inginkan”
Dinda, (bukan nama
sebenarnya), 22 mengalami kehamilan yg tidak diinginkan (MBA) setelah
sebelumnya Johan pacarnya memaksa untuk berhubungan seks. Dinda yg tak tahu hendak
berbuat apa lalu menyampaikan hal ini kepada Johan, namun Johan malah
meninggalkannnya karena merasa tak siap untuk menjadi ayah. Dalam kebingungan
Dinda menceritakan hal yang dialaminya kepada orang tuanya. Sebagai orang
terpandang, mereka menganggap kehamilan ini tidak saja akan mengacaukan masa
depan Dinda, tapi juga membawa aib keluarga.
‘Oki’ sang ibu
memaksa dan membawa Dinda untuk menggugurkan kandungannya walaupun sebetulnya
Dinda takut Dosa, ia tidak mampu menolak kemauan ibunya. Dinda pun curhat
kesahabatnya Ardy. Namun rahasianya bocor, karena ternyata Ardy tak menjaga
rahasia itu dan malah menceritaka ke teman2 n guru2. Akhirnya kasus ini menjadi rahasia umum,
akibatnya banyak teman yang tak lagi mau menyapa dan berteman dengannya karena
menganggap Dinda sudah rusak. Akibatnya lagi, sekarag Dinda merasa terus
menerus berdosa, dan bersalah serta terus saja menangisi nasibnya.”
Hiksss,, Dinda,,
Dinda,,, udah jatoh dari sepeda, ketanrak motor, ketabrak pula sedan dari
belakang,,, kasiaaan deh lowww!!!
Huss,, enak aja,
bilang kasian. Seharusnya kita turut prihatin n iba padanya. Santunin dia
donk….. ajak Dinda kenalan, lalu jadiin dia sahabat, atau sekalian aja ajakin
ta’aruf, n akhirnya jadiin isteri tercinta!! (Mulianya!! hahhayy…). Atau beri
dia kehidupan baru, semangat baru, sahabat baru atau calon suami baru, rumah
baru, mobil baru, baju baru,, ehh,, stopppp!! Aku berlebihan yah? Heheh #maaf
aku terlalu bersemangatt!!
Hmm, yg jelas
berikan dia pribadi baru yang kuat buat ngatasin nafsu syahwat, jadikan dia
manusia yang kuat menghadapi setiap masalah, ajak dia untuk semakin mendekatkan
diri sama Allah,, yakinkan dia bahwa Allah maha penerima taubat,, bertaubatlah,
n berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat itu lagi,, oke kan!@
Tau gak sih sobat,
jaman sekarang emang udah jamannya edan, (lho,, apa maksudnya??) iya,, coba aja
buka mata lebar2, kalau jaman dulu banyak muda mudi menjalani ‘kawin paksa’
akibat dijodohin. Terus nih, jaman dulu tuh hubungan antara cew n cow dijaga
banget ama ortu, bahkan pemuda yang mondar-mandir gak jelas didepan rumah
seorang gadis bisa babak belur dipermak orang sekampung. Tapi sekarang, beda lagi… bedanya 180 derajat
daaah. Sepasang pemuda yang berangkulan dan berciuman didepan umum, bahkan
didepan mata orang banyak hanya mengundang ketidak acuhan atau tatapan dari
orang2 sekitarnya. Alhasil banyak yg
‘terpaksa kawin’ karena kebobolan duluann. Naudzubillahh….@(moga gak termasuk
kita yaaa’)
So,, apa donk yg harus kita lakukan??
Wahhh,, ini PR terbesar yaa… buat para calon guru. So sebelum tiba waktunya,
ada baiknya kita semua (para calon Ce’Gu)
berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus belajar,
merenungi apa yang selama ini udah kita lakuin udah bener apa gak. Yaa,,
sedikit2, toh semuanya butuh proses. Jangan sampai kita yang terjerumus dalam
kehidupan dunia muda mudi itu. Ingat,, kita adalah TELADAN. Mana mungkin kita
bisa melarang mereka melakukan suatu keburukan, sementara kitapun pernah
melakukan keburukan itu. Kita benar2 butuh bekal yang banyak dan berkualitas
untuk mengahadapi muda mudi yg mungkin akan berbeda lagi carak mereka diwaktu
mendatang. Dan satu lagi, mereka gak hanya butuh ilmu secara akademik, tapi
mereka sangat membutuhkan ilmu spiritual sebagai benteng bagi mereka. Selagi
belum terlambat, mari pergunakan waktu untuk terus belajar, pahami agama kita
meskipun harus melangkah secara parlahan, tertatih-tatih sekalipun, namun
tetaplah untuk selalu yakin bahwa semua akan indah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar